
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali membuat suatu inovasi teknologi yang lain dari biasanya.
Kali ini, sejumlah mahasiswa IPB membuat suatu alat bernama 'Ad-Toam' untuk pengawasan produk dan verifikasi kandungan etanol dalam minuman.
Adalah Ahmad Khairul Reza dan tiga mahasiswa Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB yang menciptakan alat yang merupakan pendeteksi kehalalan makanan dan minuman beralkohol berbasis teknologi sensor ethanol.
Ketua Tim, Ahmad mengatakan, dengan adanya inovasi tersebut, keyakinan masyarakat terhadap produk yang dikonsumsi aman dan berkualitas akan meningkat.
"Terutama bagi kaum muslimin untuk melindungi mereka dari produk-produk tidak halal,” ujar Ahmad.
Baca: Pria Ini Bikin Istrinya Salut, Ini Yang Dilakukan Suami Setiap Pulang Kerja
Ahmad menjelaskan, beberapa metode instrumentasi untuk mendeteksi etanol antara lain metode HPLC, elektroforesis, GCMS, raman spektrometri dan GC.
"Semua metode tersebut telah banyak digunakan namun, menggunakan peralatan dan biaya yang mahal dan memerlukan waktu yang lama untuk proses ujinya," terangnya.
Lebih jauh Ahmad mengatakan bahwa, mekanisme kerja sensor etanol Ad-Toam yaitu nikel dan platina sebagai bahan penyalur elektron yang dalam hal ini sebagai kandungan alkohol.
"Semakin besar arus yang lewat atau terjadi maka kandungan etanol dari makanan dan minuman tersebut semakin besar," jelasnya.
Baca: Skater Cilik Bertopi Ini Curi Perhatian Pengunjung Taman Sempur, Lihat Aksi Ekstremnya
Rencananya, lanjut dia, timnya akan melakukan uji coba alat tersebut terlebih dahulu sebelum dilakukan uji di lapangan.
"Setelah itu kami akan melakukan pengujian di sekitaran kampus IPB dan restoran atau rumah makan daerah Bogor," katanya.
Dia pun berharap, inovasi tersebut bisa mempermudah pendeteksian kehalalan produk makanan atau minuman bagi pemerintah, LPPOM MUI dan masyarakat.
"Kemudian juga menghasilkan produk paten dan artikel ilmiah yang dapat dipublikasikan," pungkasnya.