Tak Seenak yang Dibayangkan. Mahasiswi Ini Bagi Pengalaman Kuliah Di Luar. Sempat Ingin Bunuh Diri

Menu Atas

Recent Posts

Tak Seenak yang Dibayangkan. Mahasiswi Ini Bagi Pengalaman Kuliah Di Luar. Sempat Ingin Bunuh Diri


Ternyata pergi kuliah ke luar negeri tidak semudah dan seasyik yang dipikirkan oleh semua mahasiswa.

Bahkan bagi mahasiswa yang mempunyai prestasi gemilang sekali pun.

Seperti pengakuan seorang mahasiswi asal Surakarta, Jawa Tengah yang bernama Rida Nurafiati berikut ini.

Ia merupakan mahasiswi lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gajah Mada (UGM), jurusan akuntansi angkatan 2011.

Seperti yang dilansir dari Feb.ugm.ac.id, ketika Rida berumur 21 tahun, ia merupakan salah satu mahasiswa dari 103 peserta yang lolos dalam acara Youth South East Asia Leader Initiative (YSEALI) 2014 yang digelar oleh Kementrian Luar Negeri Amerika.

Hingga prestasinya itu telah membawanya bertemu dan berbincang dengan Barack Obama kala itu ketika diundang dalam acara YSESLI yang digelar di Kualalumpur, Malaysia.

Pengakuan Rida di media sosial Instagram diabadikan dan kembali diunggah ke media sosial Twitter oleh akun @clarissarizky dengan judul, "Btw soal gangguan psikologis saat kuliah di luar negeri, temen saya ada yg berani berbagi soal pengalamannya mengalami depresi."

Di sana tampak postingan @ridanurafiati disertai foto Rida berdiri di antara dua warga asing ketika kuliah di Edinburgh, Skotlandia.

Dalam tulisannya, Rida mengungkapkan bahwa dirinya pada bulan Januari mengalami depresi klinis sehingga fungsi tubuhnya ia akui tidak berfungsi dengan normal.

Rida juga mengaku karena hal tersebut membuat di pikirannya secara berulang-ulang terlintas untuk membunuh dirinya sendiri.

Sehingga permasalahan yang dialaminya ini, membuat Rida meninggalkan kelasnya selama berbulan-bulan.

Lebih dari 28 kali ia pergi ke psikiater hingga keadaan medisnya ini membuat pihak kampus memberi kelonggaran kuliah dengan mengganti kelas normalnya menjadi tugas kursus.

Bahkan Rida akui ada orang yang menyarankannya untuk melakukan Rukyah.

Hingga akhirnya dalam keadaan sulitnya itu ada penyelenggara kursus kampusnya yang mau membantu kondisi mentalnya itu yakni orang yang ada dalam foto.

Rida mengaku setiap minggunya ia dan orang tersebut kerap melakukan pertemuan bahkan hanya untuk mendengarkan tangisannya sekali pun.

Ia diberitahu bahwa kemampuan akademik bukanlah penyebab dari permasalahan mental yang dialaminya.

Dimana gejala yang dialami Rida sama sekali tidak berhubungan dengan tekanan akademik di kampus tersebut.

Terlebih Rida juga diberitahu bahwa banyak sekali profesor di Edinburgh yang pernah mengalami kondisi mental seperti Rida.

Akhirnya kondisi mental Rida pun berangsur-angsur membaik dan gejala tersebut ia akui merupakan pengalamannya kuliah di sana dan bisa dialami oleh semua orang.

Rida dipercaya dan terus didukung untuk bisa melanjutkan kuliah hingga tahap disertasi sekali pun.

Tulisan ini diunggah oleh akun Twitter @clarissarizky pada 9 agustus 2017, sementara akun Instagram Rida kini sudah tidak lagi aktif.